komputer saya windows vista,ketika saya instal windows xp di tengah tengah proses penginstalan tiba tiba gagal dan muncul kendala.
A problem has been detected and windows has been shut down to prevent damage to your komputer.
if this is the first time you ve seen this stop error screen restart your komputer if this , screen appears follow these steps.
check for viruses on your komputer remove any newly installed hard driver or hard drive controllers, check you hard drive to CHKDSK / F to check for hard drive corruption and then restart you komputer
TECNICAL INFORMATION
STOP: OXOOOOOO7B ( OXF78D2524,OXCOOOOO 34, OXOOO-OOOOO;OX OOO OOOO OO
mhon penjelasanya dari teman teman semua yg bisa bantu saya, dan saya ucapkan terima kasih sebelumnya.
Jawaban
1.tu biasa disebut Blue screen, HD anda itu SATA, ini kadang suka terjadi pada laptop kalo diinstall XP . coba masuk BIOS ubah SATA mode menjadi IDE.
2.Info kurang jelas bro....
ada beberapa kemungkinan coba trial error, apa CD XP ok??
karena hardisk gak baca karna typenya sata,coba software nlite buat pack driver satanya
berdasar pengalaman kalo pake laptop ACER dan make Vista genuine
ada settingan di Laptop yang harus di disable
CMIIW
kalo kurang jelas gugling aja banyak infonya
thanks
3.Mungkin hal itu terjadi krn windows xp dinstall di harddrive yg sama dengan windows vista n windows vista sebelumnya belum diuninstall ato dihapus.
kalau memang yg dikehendaki cuma satu OS aja, misal windows xp, mending hapus ato format dulu harddisk yg ada windows vista, baru setelah itu install windows xp seperti biasa.
Tapi kalo ingin dua-duanya ada, mungkin bisa dgn menggunakan virtual harddisk yg memungkinkan penggunaan lebih dari satu OS pd PC. Buat ja virtual harddisk dgn software virtual harddisk yg sdh banyak tersedia, trus install OS XP di virtual harddisk tsb.
Pada saat sistem operasi Windows akan masuk, maka akan ada suara yang sangat khas yang biasa disebut dengan Start Windows Sound. Suara ini bukanlah sesuatu hal mati yang bagi Windows karena suara ini bisa diubah dengan dengan suara yang kita suka dengan sedikit trik.
Namun format suara yang bisa digunakan hanyalah suara yang memiliki format wav. jadi jika Anda memiliki sound file yang memiliki format selain wav misalnya mp3, maka sebelumnya Anda harus mengubahnya ke format wav dengan bantuan software converter yang banyak tersedia secara free didunia maya.
Pada tips trik komputer kali ini, akan dipaparkan tutorial yang berguna untuk mengubah suara pada saat windows masuk (Start Windows). Berikut ini adalah caranya:
• Klik [Start].
• Buka [Control Panel].
• Cari dan buka [Sound and Audio Devices].
• Maka sebuah jendela baru akan muncul.
• Masuklah ke tab [Sounds].
• Pada bagian [program events], cari [Start Windows].
• Klik [Browse…].
• Cari sound file yang ingin Anda inginkan di media penyimpanan Anda.
• Setelah sound file yang Anda inginkan ketemu, klik [OK].
• Untuk mencoba memainkannya Anda bisa klik tombol panah kecil yang ada disamping tombol [Browse…].
• Jika Anda sudah selesai, klik [OK].
• Maka Anda akan mendengar suara yang telah Anda pilih tadi pada saat Windows dinyalakan.
Anda juga bisa mengubah suara yang lainnya, seperti pada saat Windows error, pada saat mengosongkan Recycle Bin, pada saat Windows Shut Down, dan lain sebagainya.
________________________________________
Beberapa waktu lalu komputer adik saya terkena virus yang cukup menjengkelkan. Antivirus yang terpasang tidak mampu mendeteksi, update pun gagal sampai install ulang Antivirus juga tidak berhasil. Akhirnya saya mencoba mematikan virus secara manual dengan bantuan program Autoruns.
Bagi yang belum punya program ini bisa download Autoruns.zip (576 KB), yang bisa dianggap program “wajib” bagi saya.
Cara berikut mungkin hanya salah satu dari berbagai metode yang ada dan yang biasa saya gunakan. Secara garis besar, saya membagi cara mematikan sumber virus secara manual tanpa antivirus ini kedalam dua langkah, yaitu : Mendeteksi sumber virus atau file yang mencurigakan (dianggap virus) dan Cara Mematikannya.
Langkah Pertama, Mendeteksi Virus
Sebagian besar komputer yang terinfeksi, bisa diketahui sumber virus yang aktif di komputer dengan program seperti Autoruns. Jalankan program autoruns.exe. Jika program tidak berjalan, coba rename file autoruns.exe dengan nama lainnya. Jika tetap gagal, bisa menggunakan program sejenis lainnya.
Setelah Autoruns dibuka, bagian yang terpenting disini dan akan digunakan adalah tab Logon, karena disinilah ditampilkan berbagai program (aplikasi) yang berjalan otomatis ketika kita menjalankan windows.
Adanya tanya cek menunjukkan bahwa program tersebut aktif dan otomatis dijalankan ketika Start Up Windows (Windows dijalankan). Jika tidak ada tanda cek, menunjukkan bahwa program tersebut sebenarnya ada dalam daftar start up, tetapi tidak otomatis berjalan ketika Start Up Windows.
Program Windows yang HARUS AKTIF
Ada beberapa program penting Windows di daftar Autorun yang harus aktif, jangan sampai tanda cek-nya dihilangkan atau bahkan dihapus. Biasanya letaknya ada di bagian paling atas, yaitu :
Alasan kenapa program tersebut jangan dihapus (perlu diaktifkan), bisa dibaca artikel Tips mendeteksi keberadaan Virus. Untuk memastikannya, yang perlu diperhatikan adalah “Autorun Entry” dan “Image Path”, terkadang virus menyerupakan dengan nama tersebut. Image Path adalah lokasi file-nya, jika namanya seperti diatas, tetapi lokasinya di folder lain, maka perlu di waspadai.
Mencari Sumber Virus
Berikut beberapa point yang bisa dilakukan untuk mencari sumber virus atau file mencurigakan yang dianggap sebagai virus :
Periksa akan adanya Autorun Entry (daftar program) yang kita merasa tidak pernah menginstallnya. Misalnya saya pernah melihat ada yang namanya ffdshow.exe dengan lokasi (Image Path) C:\Program Files\K-Lite Codec Pack\, padahal di komputer tersebut tidak pernah di install program K-Lite Codec Pack. Maka kemungkinan itu salah satu sumber virus. Hal ini sering terjadi, misalnya ada aplikasi dengan folder Corel Draw, tetapi kita tidak pernah menginstall Corel Draw.
Hilangkan tanda cek dari Autorun Entry yang mencurigakan, kemudian klik icon Refresh (F5). Jika tanda cek tersebut kembali aktif atau muncul daftar entry baru yang sama dan disertai tanda cek, kemungkinan itu adalah sumber virus. Cara ini terkadang harus ditunggu beberapa saat, atau aplikasi Autoruns di tutup dulu, kemudian setelah beberapa lama dibuka lagi untuk memeriksanya.
Dari daftar Program Windows yang HARUS AKTIF sebelumnya, periksa akan adanya program lainnya di ketiga tempat yang saya beri garis merah. Pada Windows XP, seharusnya hanya ada 3 file diatas, yaitu rdpclip, userinit.exe dan explorer.exe dengan lokasi persis seperti Image Path diatas. Adanya tambahan lainnya menunjukkan kemungkinan sumber virus. Cek dengan point ke-2
Sumber virus biasanya tidak hanya satu, sehingga perlu dicari daftar Autorun lainnya yang mencurigakan, baik dengan cara seperti point 1 atau 2. Misalnya di lokasi :
Dan lainnya, yang berada di bawah dari daftar Program Windows yang HARUS AKTIF di atas.
Setelah diperoleh daftar-daftar file yang mencurigakan atau tidak dikenal, tulis nama dan lokasi filenya yang bisa dilihat dari keterangan Image Path (program Autoruns) di kertas atau file text (misalnya dengan Notepad). Bagi yang belum terbiasa mungkin dafarnya akan banyak sekali. Tetapi hal ini tidak masalah
Menghapus daftar dari Autoruns tersebut hanya menghapus referensinya saja, jadi filenya (lokasinya disebutkan di bagian “Image Path”) tidak akan terhapus
Mematikan Sumber Virus
Setelah didapat daftar file-file yang mencurigakan, langkah selanjutnya adalah me-rename ekstensi file tersebut (jangan dihapus terlebih dahulu). Me-rename dari windows biasanya tidak akan berhasil, atau kadang kita tidak tahu ekstensi file tersebut dan tidak bisa ditampilkan
Cara yang biasanya selalu berhasil adalah melalui media lain. Misalnya menjalankan sistem Operasi langsung dari CD,DVD, atau Flashdisk. Misalnya CD Linux, CD Windows MiniPE, UBCD4Win dan lainnya. Atau bisa juga kita melepas Hardisk kita dan dipasang di komputer lainnya (yang bebeas virus) sebagai Hardisk kedua (secondary). Intinya agar kita bisa mengakses (membuka) file dan folder dari daftar yang kita tulis tanpa mengaktifkan Windows yang ada di hardisk, sehingga virus tidak bisa aktif.
Setelah kita bisa booting komputer dari media lain atau memasang hardisk di komputer lainnya, selanjutnya kita mencari file-file dari daftar yang telah kita buat. Sebelumnya aktifkan opsi untuk menampilkan semua ekstensi file jika belum kelihatan. Setelah itu, rename semua ekstensi file yang kita dapatkan. Misalnya nama_file.exe menjadi nama_file.exe.vir, viruz.dll menjadi viruz.dll.vir.
Setelah selesai semua, saatnya dicoba komputer tersebut ( kembali mengaktifkan windows). Periksa lagi dengan program Autoruns. Jika daftar yang kita tulis kembali muncul dan disertai tanda cek, atau masih muncul tanda-tanda komputer terinfeksi virus, mungkin ada beberapa program lain yang terlewatkan. Kadang kita harus mencoba beberapa kali. Jika komputer tidak berjalan, kemungkinan ada dafar file yang salah yang kita sertakan. Coba rename kembali file tersebut ke asalnya (hilangkan ekstensi *.vir)
Setelah berhasil dan tidak ada tanda-tanda virus berjalan, perlu diingat bahwa kita hanya mematikan sumber-sumber virus dan kemungkinan masih banyak virus di komputer. Langkah selanjutnya bisa dilakukan dengan melakukan scan dengan antivirus + update terbaru untuk mencari virus-virus yang masih ada di komputer. Dan ini mungkin harus menunggu sampai antivirus mampu mendeteksi virus tersebut.
Cara diatas biasa saya gunakan ketika antivirus tidak mampu mendeteksi adanya virus dan biasanya berhasil. Dan pengalaman juga ikut membantu keberhasilan menemukan sumber virus ini. Jika masih bingung atau belum yakin dari daftar autorun yang ada, silahkan di tuliskan dalam komentar, sehingga kita bisa saling membantu dan melengkapi.
Membuat Sharing Koneksi Speedy: Speedy adalah salah satu dari sekian banyak koneksi internet yang lumayan banyak peminatnya untuk sekarang ini. Hal ini terjadi dikarenakan kestabilan serta kecepatannya koneksinya ke internet yang terbilang memadai bagi pemakai internet rumahan, meskipun masih ada juga di beberapa kasus pelanggan yang bermasalah dengan kestabilan dan lambatnya koneksi Speedy ini. Dengan laju koneksi up-to 384 kbps, maka koneksi Speedy ini dapat kita pakai bersama untuk beberapa komputer sekaligus, yang biasanya disebut dengan istilah “sharing koneksi”.
Untuk orang yang memiliki uang yang lebih, bisa saja membeli hub, router atau yang sejenis untuk membuat sharing koneksi Speedy ini, namun untuk orang yang mau memaksimalkan apa yang telah dimiliki, maka dapat juga koneksi internet Speedy ini bagi secara langsung melalui CPU, lalu kita bisa menjadi jadi server, hanya dengan sedikit mengutak-atik beberapa option pada windows XP dan juga IP address jaringan. Pada tips trik komputer kali ini akan diberitahukan bagaimana cara membuat sharing koneksi speedy. Berikut caranya: Sediakan dua buah LAN card, yang satu satu untuk koneksi Speedy dan yang satunya lagi untuk jaringan lokal. Install kedua LAN card tersebut di komputer yang akan menjadi server, lalu berikan nama untuk masing-masing LAN card, supaya nanti Anda tidak bingung pada saat Anda mengutak-atik IP-nya. Contohnya, Anda dapat memberikan nama SPEEDY untuk koneksi speedynya, dan LOKAL untuk jaringan keluar menuju client Anda. • Buka [Properties] koneksi SPEEDY-nya. • Pilih [Advanced]. • Pada [Internet Connection Sharing], berikan centang centang pada [Allow other network users to connect through this computer's Internet connection]. • Catatlah IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, Prefered DNS Server dan Alternate DNS Server yang diberikan oleh Telkom pada koneksi SPEEDY yang bisa Anda lihat melalui [Command Prompt] dengan mengetikkan [ipconfig]. Kalau untuk daftar DNS bisa Anda bisa lihat akhir artikel ini. • Bukanlah properties koneksi LOKAL, lalu isikan IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, Prefered DNS Server dan Alternate DNS Server yang diberikan oleh Telkom pada koneksi SPEEDY yang sebelumnya sudah Anda catat tadi. Contohnya: LAN 1 untuk Koneksi SPEEDY: • IP Address: 192.168.1.4 • Subnet Mask: 255.255.255.0 • Default Gateway: 192.168.1.1 • Prefered DNS Server: 202.134.1.155 • Alternate DNS Server: 202.134.1.10 LAN 2 untuk koneksi LOKAL: • IP Address: 192.168.0.1 • Subnet Mask: 255.255.255.0 • Default Gateway: 192.168.0.1 • Prefered DNS Server: 202.134.1.155 • Alternate DNS Server: 202.134.1.10 Selanjutnya sediakan CPU client yang tentunya sudah ada LAN cardnya. Lalu mulailah untuk membuat setting koneksinya dengan kembali membuka properties pada koneksi LAN yang ada. Isikan IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, Prefered DNS Server dan Alternate DNS sesuai dengan Koneksi LOKAL yang telah dibuat pada CPU server, contohnya : • IP Address: 192.168.0.2 • Subnet Mask: 255.255.255.0 • Default Gateway: 192.168.0.1 • Prefered DNS Server: 202.134.1.155 • Alternate DNS Server: 202.134.1.10 Catatan: Berikut ini adalah daftar DNS yang disediakan oleh Speedy: • Medan: 203.130.206.250 • Batam: 203.130.193.74 • Jakarta: 202.134.0.155 • Jakarta: 203.130.196.155 • Bandung: 222.124.204.34 • Surabaya: 202.134.1.10 • Balikpapan: 203.130.209.242 • Denpasar: 61.94.192.12
Berikutakandibahassecarasingkattentang Install 2 Windows XPdalamsatu PC. Manfaat yang bisadidapatkandenganmenginstall 2 Windows Xpdalamsatu PC antara lain :
• Untukmencobaaplikasiatau software tertentu, misalnyainginmencoba antivirus yang berbeda.
• Install aplikasidenganversi yang berbeda. Terkadangadaaplikasidengan 2 versi yang berbedatidakbisadi install dalamsatu Windows, dilainpihakkitamasihtetapmemerlukankeduaversitersebut. • Melakukan scan virus darisalahsatu Windows. Jika windows yang satuterkena virus, makakitamemilih windows yang satunyadandiscandarisana. Meskitidakmenutupkemungkinandua-duanyaterkena virus, tetapibiasanya virus hanyaaktifdisatu windows saja. • Sebagaialternatifjikasalahsatu windows bermasalah. • Melakukanberbagaipengujian /testing lainnya. • Memperbaikijikasatu windows tidakbisa booting. • Mencoba 2 versi windows XP yang berbeda, misalnya Home Edition danProfessional Edition. Meskipunbegitu, tetapsajaadakekurangannya, antara lain : • Menambahpenggunaanhardisk space (drive) • MengulangiInstallasi program/aplikasi, update, driver danlainnya. Meskipunsebagiancaradiatasbisajugamenggunakan software Virtualisasi, sepertiVirtualBox , tetapidenganvirtualisasikinerjatidakakanmaksimaldanakantergantungdengan software virtualisasisendiri. Ketikamenginstall 2 Windows XPdalamsatukomputer, makasebaiknya windows keduatidakdi install denganberbagaimacam program/aplikasi, mungkinhanya driver standard, antivirus danbeberapaaplikasipentinglainnya, sehinggakinerjanyaringan. Sedangkansatunyalagibisadi install berbagaimacam, daninimungkin yang dijadikanSistemoperasiutama. Cara Install Windows XPKedua Sebelummenginstall, siapkanpartisi yang kosongterlebihdahulu. Jika windows yang satusudahdi install adadi drive C:, makabisamenggunakan drive lainnya, misalnya drive D: atau drive yang lainnya. Pastikan data-data sudahdiamankanterlebihdulu. Karena Windows XPkeduatidakakandigunakanuntukbanyakaplikasi/program, makaukuran Drive jugatidakperluterlalubesar, mungkinsekitar 5 GB sajasudahcukup. Atauitujugaterserahkebutuhankitasaja. Proses Installasiseperti install windows biasa, yaitu : • Set Booting pertamakali BIOS diCDROM • Masukkan CD master windows XPdan restart komputer • begitumuncul menu “Press any key to boot from CD”, tekansembarangtombol • Tunggu proses Setup me-load file-file yang diperlukan, selanjutnyaakantampilpilihan Install, dantekan ENTER (To set up Windows XP now, press ENTER) • Akantampil License Agreement, tekan F8 • Ketikamuncultampilanberikut, pilihESC Makaakanditampilkanpilihan Drive yang adadihardisk. Pilih drive yang akandi install Windows XPkeduaini. Lalutekan Enter. Selanjutnyaikuti proses Installasisampaiselesai, yang memerlukanwaktusekitar 30 menitataulebih. BOOT.INI Setelahselesai, makaketika booting akanditampilkanduapilihan Windows, sepertiberikut ( awalnyaakanditampilkan 2 pilihan yang sama, misalnya “Microsoft Windows XP Home Edition”): Agar lebihmudahdantidakmembingungkan, makakitabisamenggantinamapilihantersebutdenganmengedit file boot.ini yang (biasanya) adadi drive C: ( file iniberatribut Hidden System, jadimunculkan file Hidden system terlebihdulu ). Buka file boot.inidengan notepad atau text editor lainnya, akanterlihatbarissepertiberikut:
[boot loader] timeout=10 default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS [operating systems] multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(7)\WINDOWS="Microsoft Windows XP Lite" /noexecute=optin /fastdetect multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Microsoft Windows XP Home Edition" /noexecute=optin /fastdetect Pilihan yang munculketika booting adalahapa yang terteradalamtandapetikdiatas. Jadiberdasarkankodetersebut, ditampilan booting akanada 2 pilihansepertidiatas. Jikadipilih “Microsoft Windows XP Lite”, maka windows yang akanaktifadalah yang di install di Partition(7) danjugasebaliknya. Nilai timeout=10 berartijikaselama 10 detikkitatidakmemilihmakaotomatiskomputerakan booting denganpilihan yang adadinilai default. Masing-masingbisadiubahdandisesuaikan. Peringatan : Pastikanhanyamengubah text yang adadidalamtandapetiksaja, nilai timeout dannilai default. Janganmengubahnilailainnyajikatidaktahuapamaksudnya. Kemudian, text “multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(7)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Lite” /noexecute=optin /fastdetect” danbarisbawahnyaharusadadalamsatubaris. Karena jikaterjadikesalahanbisaberakibat windows tidakbisa booting. Dan sebelummengubah, pastikandibuat copy file boot.ini agar jikaterjadikesalahanbisadikembalikankekeadaansemula.